Bagaimana kabar kalian semua? Semoga selalu dalam keadaan
baik ya. Disaat-saat darurat Virus Corona ini, kita diwajibkan oleh pemerintah
untuk tetap berada di rumah atau Stay At Home. Semua rutinitas atau kegiatan
kita lakukan di dalam rumah seperti bekerja, belajar maupun kegiatan lain. Namun,
penah tidak kalian berpikir virus corona asal usulnya dari mana? Bagaimana
sejarahnya? Cara pencegahannya? Cara penularannya? Hubungan virus corona dengan
stay at home dan home learning pada pelajar Indonesia maupun Internasional?
Tenang saja, kali ini akan saya jawab rasa penasaran kalian.
SEJARAH SINGKAT
VIRUS CORONA (COVID-19)
Virus Corona merupakan sekumpulan virus yang dapat
menyebabkan gangguan pada pernapasan bahkan kematian. Virus Corona manusia
ditemukan pada 1960-an. Virus ini mulai terindetifikasi dari pasien dengan
penyakit flu biasa yang kemudian dinamai human coronavirus 229E dan human
coronavirus OC43. Namun, dahulu virus ini dianggap tidak dinggap fatal
sampai dengan tahun 2002.Coronavirus
lainnya telah diidentifikasi, termasuk SARS-CoV pada 2003 yang sudah dinggap
berbahaya,MERS-CoV pada 2012, dan SARS-CoV-2 pada 2019. Untuk SARS-CoV2 yang mengakibatkan
penyakit COVID-19, virus ini pertamakali terindentifikasi di salah satu pasar
di Wuhan, China pada pertengahan Desember 2019 yang diduga berasal dari
kelelawar dan ular yang dijual secara bebas di sana. Virus
ini kemudian menyebar ke provinsi lain di
China, Bangkok (Thailand), Tokyo (Jepang),
Seoul (Korea Selatan), Hongkong, Taiwan dan kemudian ke dunia internasional.
Di Wuhan virus ini diduga ditularkan dari kelelawar atau
ular ke manusia. Lalu bagaimana dengan penularan dari manusia ke manusia?
Berikut penjelasannya:
1. Melalui
Percikan Pernapasan (Droplet)
Droplet ini dihasilkan saat seseorang
batuk, bersin maupun saat melakukan pernapasan normal.
2. Menyentuh
Benda Yang Terkontaminasi
Banyak benda-benda di tempat umum yang
disentuh oleh banyak orang yang sedang sehat maupun sakit.
3. Menyentuh
Wajah
Tangan kita yang kotor dan mempunyai
banyak kuman, bakteri maupun virus, jika menyentuh wajah,mikroorganisme
tersebut akan terhirup secara tidak sadar.
4. Kontak fisik
dengan orang yang terinfeksi
Kontak fisik seperti berjabat tangan
akan menyebabkan kita ikut tertular loh teman.
5. Makanan
Makanan yang tidak sehat baik itu kotor,
tidak matang maupun tidak lazim untuk dikonsumsi akan menjadi sumber dari
banyak kuman.
PENCEGAHAN
COVID-19
Agar kita tidak ikut terinfeksi kita harus tau dan melakukan
pencegahan seperti berikut ini :
1. Rajin
Mencuci Tangan Dengan Menggunakan Sabun dan Air Mengalir
Hal ini menjadi cara pencegahan yang
sangat umum dimasyarakat. Menurut WHO, Coronavirus memiliki sel luar (kita
sebut saja pelindung atau kulitnya) yang mengandung lemak, jadi dengan adanya
bahan aktif dari sabun yang digunakan untuk membasmi lemak, sel luar Coronavirus
akan hancur dan virus ini akan mati.
2. Menutup
Mulut Saat Batuk dan Bersin
Kita harus menutup mulut saat batuk dan
bersih dengan menggunakan siku atau tisu sekali pakai. Hindari menutup mulut
dengan tangan, karena tangan adalah anggota tubuh yang pastinya akan banyak
menyentuh anggota tubuh lainnya.
3. Tidak
Berada Dikeramaian
Hindari berada di keramaian karena kita
tidak tahu siapa yang terinfeksi di keramaian tersebut.
4. Ikuti
Himbauan Dari Pemerintah
Ya, benar sekali mengikuti himbauan dari
pemerintah seperti Keep Stay At Home(tetap berada di rumah), melakukan social
distancing, menggunakan masker jika keluar rumah, tidak bersentuhan dll dapat
mencegah penularan Virus Corona.
5. Tingkatkan
Imunitas
Sel imun akan membantu melawan virus
corona di dalam tubuh. Tingkatkan imunitas dengan banyak mengonsumsi
makanan-makanan yang mengandung vitamin, terutama vitamin C dan dengan
berolahraga.
6. Berdo’a
Seperti kata pepatah “Berusaha tanpa
berdo’a,sombong. Berdo’a tanpa berusaha, bohong”. Jadi kita harus rajin berdo’a
kepada Tuhan agar tidak tertular virus ini dan agar wabah ini cepat berakhir.
TANDA-TANDA TERJANGKIT COVID-19
Umumnya tanda-tanda terjangkit atau gejala terifeksi
Covid-19 adalah Demam tinggi (di atas 37,5 derajat celcius) disertai batuk, dan
sesak nafas.
SEKOLAH LIBUR KARENA COVID-19
Sebenarnya bukan ‘’Libur” tapi lebih tepatnya adalam
pembelajaran dilakukan di rumah masing-masing (Home Learning). Kegiatan Home
Learning ini dilakukan smampai dengan tanggal 19 Maret 2020 (masih bisa
diperpanjang). Bapak Presiden Indonesia, Joko Widodo sudah memberitakan bahwa
semua kegiatan atau aktivitas dan rutinitas dilakukan di rumah seperti work
from home dan home learning.
KESEHARIAN DI RUMAH SELAMA WABAH COVID-19
Walaupun harus tetap berada di dalam rumah (kecuali
keadaan penting untuk keluar rumah). Setiap orang diminta untuk tetap produktif
dalam kegiatan work from home maupun home learning. Para pekerja diminta tetap
bekerja di rumah dengan mengirimkan pekerjaannya ke email maupun via jalur
online lainnya. Para pelajar juga diminta untuk tetap aktif dalam kegiatan belajar
mengajar yang tealh difasilitasi oleh sekolah yang disediakan lewat online. Kita
juga dilarang untuk kumpul-kumpul ataupun melakukan aktivitas yang tidak
bermanfaat selama wabah ini.
PERBEDAAN PEMBELAJARAN
DI SEKOLAH DENGAN HOME LEARNING (PEMBELAJARAN JARAK JAUH)
Banyak sekali perbedaan pembelajaran di sekolah dengan
home leraning. Menurut beberapa pelajar, pembelajaran di sekolah jauh lebih
menyenangkan karena adanya interaksi langsung dengan teman dan guru, suasana
tidak bosan, tugas dalam keadaan normal, mata dan kepala tidak pusing.
Sedangkan untuk Home Learing sendiri banyak dikeluhkan oleh para pelajar karena
mata dan kepala sering pusing karena selalu menghadap ke layar handphone maupun
laptop, suasana hanya di rumah menyebabkan bosan, tugas menumpuk dan
deadline(batas pengumpulan)tugas yang bentrok dengan tugas lain serta sangat
boros kouta internet. Namun, untuk kuota internet menurut Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Nadiem Makarim memperbolehkan biaya/dana BOS digunakan untuk
pembelian kuota internet siswa. Akan tetapi tetap saja hal tersebut sesuai keputusan
sekolah anda masing-masing.
FOTO KEGIATAN DI RUMAH